Minggu, 15 September 2019

DATA SPASIAL

Data Spasial merupakan data yang mengacu pada posisi, objek, dan hubungan di antaranya dalam ruang bumi. Selain itu, data spasial dapat juga diartikan sebagai deskripsi mengenai sebuah objek fisikal yang dapat direpresentasikan oleh nilai numerik dalam sistem koordinat geografis.
Pemanfaatan data spasial semakin meningkat setelah adanya teknologi pemetaan digital dan pemanfaatan pada Sistem Informasi Geografis (SIG). Format data spasial dapat berubah vector (polygon, line, points) maupun raster.

Data Vektor
Data vektor merupakan data yang direprentasikan suau mosaik berupa garis (arc/line), polygon (daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir pada titik yang sama), titik/point (node yang mempunyai label), dan nodes (merupakan titik perpotongan antara dua garis).
Keuntungan utama dari format data vektor adalah ketepatan dalam merepresentasikan fitur titik, batasan, dan garis lurus.
Kelemahan data vektor yang utama adalah ketidakmampuannya dalam mengakomodasi perubahan gradual.
Kegunaan vektor untuk analisa yang membutuhkan ketepatan posisi, misalnya pada basis data batas-batas kadaster. Contoh penggunaan lainnya adalah untuk mendefinisikan hubungan spasial dari beberapa fitur.


·       Data Raster
Data raster merupakan data yang dihasilkan dari penginderaan jauh. Data raster sering disebut juga dengan sel grid. Pada data raster, objek geografis direpresentasikan sebagai struktur sel grid yang disebut dengan pixel (picture element). Pada data raster, resolusi (definisi visual) tergantung pada ukuran pixel-nya. Dengan kata lain, resolusi pixel menggambarkan ukuran sebenarnya di permukaan bumi yang diwakili oleh setiap pixel pada citra.
Semakin kecil ukuran permukaan bumi yang direpresentarsikan oleh satu sel, semakin tinggi resolusinya. Data raster sangat baik untuk merepresentasikan batas-batas yang berubah secara gradual, seperti jenis tanah, kelembaban tanah, vegetasi, suhu tanah, dan sebagainya.
Kelemahan utama dari data raster adalah besarnya ukuran file, semakin tinggi resolusi grid-nya semakin besar pula ukurn filenya.



Masing-masing format data mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pemilihan format data yang digunakan sangat tergantung pada tujuan penggunaan, data yang tersedia, volume data yang dihasilkan, ketelitian yang diinginkan, serta kemudahan dalam analisa.
Data vektor relatif lebih ekonomis dalam hal ukuran file dan presisi dalam lokasi, tetapi sangat suliy untuk digunakan dalam komputasi matematik. Sebaliknya, data raster biasanya membutuhkan ruang penyimpanan yang lebih besar dan presisi lokasinya lebih rendah, tetapi lebih mudah digunakan secara matematis.

Karakteristik Data Spasial
  • Memiliki lokasi
  • Memiliki ukuran/size
  • Memiliki bentuk/shape
Suatu data spasial harus memiliki ketiga karakteristik tersebut. Jika suatu data tidak memiliki minimal salah satu diantaranya, maka data tersebut tidak dapat dikatakan sebagai data spasial.

Dimensi Data Spasial
  • Temporal/Waktu. Dimensi waktu seperti jam, hari, tanggal, bulan, dsb. Contoh: Peta kejadian longsor pada tahun 2016, dsb. 
  • Tematik/Tema. Dimensi topik. Contoh: Peta Tanah, Peta Populasi penduduk, dsb. 
  • Spasial. Dimensi ruang. Contoh: Peta Lembah Pinus, Peta Lokasi Slope, dsb.

Sumber Data Spasial
  •  Sensus dan Survey Data.
  • Aerial Photographs (Foto Udara). Metode penginderaan jauh teresterial yang menangkap gambar dari sebuah posisi di atas permukaan bumi atau tanpa kontak dengan objek yang berkepentingan. 
  • Satellite Image. Gambar satelit yang dikumpulkan oleh sensor pada papan satelit dan diteruskan ke bumi sebagai rangkaian sinyal elektronik yang diproses oleh komputer untuk menghasilkan sebuah gambar. Sensor satelit terdiri dari sensor pasif dan aktif. 
  • Surveying and GPS. 


Jenis Data Spasial Berdasarkan Sumbernya
·       Data Spasial Primer
Data spasial yang diperoleh secara langsung.
Contoh: data SIG untuk menentukan luas wilayah hutan dengan meninjau lokasi secara langsung.
·       
      Data Spasial Sekunder
Data spasial yang diperoleh secara tidak langsung, atau dari pihak kedua.
Contoh: Peta Meteorologi, Peta Topografi, dll. 


Entitas Spasial
Entitas spasial terdiri dari :

Entitas Primer/Dasar
Entitas Primer/Dasar yaitu titik (point), garis (line), dan area (polygon).
Titik (Point)
Entitas yang digunakan untuk menggambarkan fitur yang terlalu kecil untuk digambarkan sebagai area skala pemetaan yang digunakan. Contoh: Lokasi fasilitas kesehatan, Tiang lampu, Pohon, dsb.
Garis (Line)
Entitas yang digunakan untuk menggambarkan fitur yang linier pada bumi. Contoh: Jalan, Sungai, dsb.
Area (Polygon)
Entitas yang direpresentasikan oleh sekumpulan garis dan digunakan untuk mendefinisikan fitur seperti bidang, bangunan, dan danau. Contoh lain: Lahan Parkir, Laut, dsb.
·        
          Entitas Tambahan
Entitas Tambahan yaitu permukaan (surface), dan jaringan (network)
Permukaan (Surface)
Entitas yang digunakan untuk menggambarkan fitur atau fenomena yang kontinu. Contoh: Terrain, Rainfall, dsb. 

Jaringan (Network)
Entitas yang direpresentasikan oleh serangkaian garis yang saling terhubung, dimana terdapat aliran data, objek atau material.

Referensi Spasial
Referensi spasial merupakan suatu sistem referensi yang digunakan untuk menempatkan fitur pada permukaan bumi atau representasi 2D dari permukaan bumi sebagai peta.

Metode Referensi Spasial, yaitu:
  • Sistem Koordinat Geografi. Digunakan untuk menunjukkan suatu titik di bumi berdasarkan garis lintang dan garis bujur.
  • Sistem Koordinat Rectangular/Kartesian. Digunakan untuk menunjukkan suatu titik di bumi berdasarkan koordinat x dan y.
  • Sistem Non Koordinat. Menyediakan referensi spasial menggunakan kode deskriptif daripada koordinat.


Karakteristik Tematik dari Data Spasial
Atribut
Atribut merupkan karakteristik dari sebuah entitas, atau dapat disebut juga data non spasial yang berhubungan dengan entitas point, line, dan polygon. Setiap entitas dapat memiliki lebih dari satu atribut.
Contohnya seperti point yang melambangkan pohon. Dimana entitas ini memiliki atribut seperti tinggi pohon, jenis pohon, dll.
·       
          Skala Pengukuran
Skala pengukuran merupakan karakteristik yang cukup penting, dimana setiap data item memiliki skala pengukuran yang berbeda-beda.

Jenis skala pengukuran yaitu sebagai berikut :
Nominal
Skala pengukuran dimana angka digunakan sebagai suatu identitas. Contoh: No Hp, No KTP, dsb.
Ordinal
Skala pengukuran dimana angka digunakan untuk membangun urutan. Contoh: Ranking, Tingkat Keputusan Konsumen, dsb.
Interval
Skala pengukuran dimana perbedaan angka memiliki arti yang penting, tetapi skala tidak memiliki sumber nyata. Contoh: Rata-rata suhu di musim dingin.
Rasio
Skala pengukuran yang dapat memiliki nilai nol absolut. Perbedaan antara angka bersifat signifikan. Contoh: Jumlah gaji, dsb. 


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Data_spasial
https://www.geologinesia.com/2016/01/jenis-jenis-data-spasial-sig-sistem.html
http://suciantinovi.blogspot.com/2016/11/sig-data-spasial.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

D3Js

D3JS   D3.js adalah library JavaScript yang dipakai untuk memanipulasi dokumen HTML dan menggambar diagram berdasarkan data yang diber...